Pola Tanam Polikultur
Halo Sobat Tandurin...
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga
Sobat Tandurin semua dimanapun berada tetap dalam keadaan sehat selalu ya...
Kalau kemarin kita telah membahas
mengenai komoditas-komoditas apa saja yang bisa ditanam ketika ingin menerapkan
KRPL, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai jenis jenis pola tanam polikultur yang
sering digunakan oleh para petani.
Polikultur adalah teknik menanam
tanaman dengan lebih dari satu jenis dari tanaman pada lahan dan waktu yang
sama. Tanaman yang dipilih ketika ingin menerapkan polikultur juga harus tepat,
agar antar tanaman dapat saling menguntungkan dan tidak saling merugikan.
Dalam sistem polikultur terdapat
beberapa jenis yang sering digunakan oleh para petani. Berikut merupakan
beberapa jenis sistem polikultur yang sering diterapkan.
1.
Tumpang gilir (multiple cropping)
Pola penanaman yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman
pada lahan yang sama selama satu tahun untuk memperoleh lebih dari satu hasil
panen.
2.
Tanaman pendamping (companion planting)
Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu tanaman dalam satu
bedeng dengan tanaman lain yang melengkapi kebutuhan fisik dan unsur hara.
3.
Tanaman campuran (mixed cropping)
Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada
suatu lahan dalam waktu yang sama. Seperti tomat dan kubis dalam satu bedeng.
Hal ini berfungsi untuk mengendalikan penyakit dan hama, seperti ngengat trip
yang biasanya merusak tanaman kubis.
4.
Tumpang sari (intercropping dan interplanting)
Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanam pada
satu lahan serta dilakukan dalam satu waktu yang sama dengan baris-barisan
teratur.
5.
Penanaman lorong (alley cropping)
Pola tanam yang dilakukan dengan menanam tanaman yang berumur pendek
seperti wortel, selada, dan beberapa jenis tanaman lainnya yang cepat tumbuh di
antara larikan tanaman yang tumbuh tinggi serta berumur panjang atau tahunan.
Pola ini biasanya diterapkan pada pohon kayu yang membutuhkan waktu
bertahun-tahun untuk tumbuh tinggi dan bisa dipanen. Hal ini berguna untuk
menambah pemasukan petani dengan memanfaatkan lorong barisan pohon.
6.
Pergiliran tanaman (rotasi tanaman)
Pola tanam yang dilakukan dengan menanam jenis-jenis
tanaman dari famili yang berbeda-beda secara bergantian atau bergilir. Tujuan
dari pergiliran tanaman adalah untuk mengendalikan penyebaran hama dan
penyakit. Penggunaan tanaman yang berbeda famili akan memutuskan siklus
kehidupan hama dan penyakit karena kehilangan tempat tinggal sehingga lahan
akan bersih dari hama yang mengganggu tanaman tertentu.
Bagaimana Sobat Tandurin, sudah
mengertikan mengenai pola tanam polikultur? Jangan lupa untuk mulai menerapkan
KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) pada tempat tinggal Sobat Tandurin semuanya
yaa... Buat Sobat Tandurin yang punya halaman rumah, bisa banget nih nerapin
KRPL dengan pola tanam polikultur. Jadi, nanti hasil panennya bisa beragam
komoditas sesuai dengan apa yang Sobat Tandurin tanam.
Terimakasih buat semua Sobat Tandurin
yang telah membaca postingan tandurin
kali ini, sampai ketemu pada postingan-postingan tandurin berikutnya...
SALAM
TANDURIN,
Ciptakan
Pangan Hijau, Lestarikan Pangan Negeri
Sumber:
Comments
Post a Comment